
Prof. Dr. M. Quraish Shihab seorang pakar tafsir lulusan Al Azhar, dalam bukunya " Lentera Hati ", mengatakan bahwa perintah Allah kepada manusia pada dasarnya ada 2 jenis. Yaitu perintah-Nya yang berkaitan dengan syariat agama, dan perintah-Nya yang berkaitan dengan hukum - hukum alam dan hukum - hukum kemasyarakatan yang disebut Sunatullah.
Perintah yang berkaitan dengan syariat, seperti shalat, puasa, zakat, dan lain - lain, ditunda ganjaran dan sanksinya sampai hari kemudian. Kalaupun ganjaran atau sanksi itu ada yang dapat dirasakan didunia, itu hanyalah sekedar DP (down payment ). Sedangkan perintah yang berkaitan dengan sunatullah, sanksi dan ganjarannya akan dirasakan dalam kehidupan didunia ini. Siapa yang giat bekerja, elajar akan kaya dan sukses dan itulah ganjaran-Nya. Bukankah hukum - hukum alam dan kemasyarakatan adalah ciptaan dan ketentuan Allah juga, dan penderitaan yang dialami akibat melanggarnya adalah ketetapan_nya juga yang diberlkukan tanpa pilih kasih serta berdasarkan hukum - hukum itu. Bukankah Tuhan telah berfirman dalam kitab-Nya, " Tuhan tidak menganiaya mereka, tetapi mereka menganiaya diri mereka sendiri".
Dari pengertian tersebut, kiranya tidak perlu lagi kita mempertanyakan berikut ini : " Mengapanon-muslim maju sedangkan mereka tidak shalat dan tidak juga puasa ?" Bukankah kemajuan material mereka diraih dengan bertebarannya mereka dibumi dan cucuran keringat? " Mengapa rizki tidak kunjung datang sedangkan tahajjud telah melengkungkan punggung?" Bukankah ini ganjarannya ada diakherat nanti? Dan jangan pula dilupakan, bahwa Tuhan selalu berkenan mengabulkan permintaan manusia, baik ia seorang ahli duniawi maupun ia seorang ahli akherat. ( Kepada masing - masing golongan, baik golongan ( yang menghendaki kehidupan duniawi ) maupun golongan ( yang menghendaki kehidupan akherat ), Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi )
Akhirnya, kita harus sadar, bahwa kebanyakan non-muslim lebih maju dari kita karena kita baru mengamalkan setengah dari perintah Tuhan, sedangkan setengah lainnya dilaksanakan dengan baik oleh mereka. Bukankah didalam kitab telah ditegaskan, " Maka apabila kamu telah selesai ( dari sesuatu urusan ), kerjakanlah dengan sungguh - sungguh ( urusan ) yang lain."
Sumber :
Buku : Bahan Renungan Kalbu
Penulis : Ir. Permadi Alibasyah
