Tafakur ( merenung ) adalah suatu kegiatan membaca ( iqro ) atau mengobservasi kejadian – kejadian ( fenomena ) dengan menggunakan seluruh potensi yang dimiliki, terutama akal untuk menganalisa dan kalbu untuk merasakan.
Produk dari kegiatan tafakur ini adalah suatu “ pencerahan “ yaitu berupa hikmah atau keyakinan ilahiyyah yang memudahkan untuk taat melaksanakan aturan main yang telah ditetapka oleh Tuhan ( Allah SWT ) dan Rasul-Nya. Ketaatan ini pada gilirannya akan membawa yang bersangkutan menuju apa yang dicita – citakannya yaitu di dunia bahagia dan diakherat menmpati Surga.
Rasulallah saw bersabda, “ sebaik – baik yang tertanam didalam hati adalah keyakinan “, sedangkan keyakinan tidak bisa tertanam hanya melalui mata dan telinga saja, tetapi ia harus “ dibenamkan “ kedalam bawah sadar oleh akal dan kalbu. Pendapat ini sejalan pula dengan pepatah, “ I hear I forget, I see I know, I do I understand “
Dengan demikian dapatlah kiranya dimengerti, mengapa pengajian agama yang sering kita ikuti seringkali tidak dapat menambah kekayaan “ keyakinan “ kita. Hal ini disebabkan tiada lain karena kita hanya menggunakan mata dan telinga saja, sementara akal untuk menganalisa dan kalbu untuk mencerna, kita tinggalkan dirumah.
Akal tanpa kalbu, menjadikan manusia seperti robot. Piker tanpa zikir, menjadikan manusia seperti setan
Sumber :
Buku : Bahan Renungan Kalbu
Penulis : Ir. Permadi Alibasyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar